Rabu, 31 Oktober 2012

UNGKAPAN PATAH HATI

Ketika bunga-bunga berguguran, saat matahari dan bulan bertemu , aku yakin kita akan bersatu kembali.

Jika memang cinta tidak dapat mengembalikamu kepadaku, aku yakin cinta akan mempertemukan kita pada kehidupan yang akan datang.

Sebenarnya aku ingin membangun cinta dengan yang lain, setelah cintaku pupus dihadapanmu, tapi aku tidak tahu kenapa, yang ada di fikiranku hanyalah kamu!

Tahukah kamu kenapa aku tetap menginginkanmu walaupun kamu tidak pernah mempunyai rasa yang sama ? Masalahnya begitu sulit untuk membuatmu mencintaiku, lebih sulit lagi memaksa hatiku berhenti memikirkanmu.

Aku tidak pernah tahu kebahagiaan sesungguhnya, sampai saat aku mendapatkanmu ! Aku tidak pernah tahu derita sebenarnya, sampai saat aku kini kehilanganmu ! Terima kasih telah memperkenalkanku pada kedua rasa yang tidak akan ku lupa.

Haruskah aku tersenyum penuh bahagia karena menjadi sahabatmu ! Atau menangis dalam perih derita, karena tidak bisa lebih dari itu.

Setiap kali kamu menyakitiku, seribu sayangku bertambah di hatiku !

Aku sekarang mengerti bahwa hal yang paling sakit itu bukan sendiri, Akan tetapi di lupakan oleh orang yang tidak bisa aku lupakan

Cuma ada satu masalah ketika aku bermimpi tentang mu, yaitu saat aku terbangun.

Aku tidak menangis karena kehilanganmu , tetapi mengetahui kamu tak pernah berusaha untuk mencegahku pergi.

Sebenarnya aku tidak pernah memilihmu, tapi cintalah yang memilihmu menjadi kekasihku.

Jujur, aku cukup bahagia bisa menjadi sahabatmu, tapi aku juga tidak bisa memungkiri betapa sedihnya hati ini tidak bisa memilliki cintamu.

UNGKAPAN PATAH HATI


Dengan tangan bersimbah darah aku punguti serpihan-sepihan kaca terbelah;
Ku abaikan rasa sakit yang tak tertahan, demi menyatukan pecahan-pecahan kaca itu;

Karena aku mengharapkannya….
Menahan rasa perih, mencoba mencari arti dari sakit ini, dan terus bersabar…
Aku tak lagi melihat cintanya…
Sudah terlalu sering aku memintanya untuk mengerti, ah sepertinya aku hanya bicara…
Aku tak peduli dengan tangan bersimbah darah demi pecahan-pecahan kaca ini;
Aku tak menghitung berapa banyak air mata yang aku keluarkan;
Tapi yang kulihat sosok yang menyerah pada keadaan;
Sangat menyakitiku, tapi aku tak akan lagi memohonnya untuk mengerti,
Mungkin itu yang terbaik baginya,
mungkin aku hanyalah seenggok manusia bodoh yang bermimpi tentang cinta sucinya..
Manusia naïf yang mencoba bertahan demi sebuah mimpi
Mungkin;
Aku hanya gadis bodoh yang mempercayai mimpi dan ketulusan hati;
Hanya gadis bodoh yang berpikiran simple tentang arti sebuah hidup,
Berusaha mengerti dan berkompromi..
Aku harus tersenyum dan berterimakasih atas sebuah mimpi dan dirimu yang menyerah pada keadaan;
Di sebuah sudut sepi;
Tidak pernah menyesal telah mencintai,
Hanya mengajari hati untuk tidak sakit hati dan terus berani bermimpi
Ungkapan hati terakhir tentang sakit hati…
Akan menjadi senyum kebahagiaan :)